ahh, saya bosan. Bosan tingkat tinggi. Bukannya gak ada kerjaan, buktinya laporan magang, proposal skripsi, bahkan skripsi pun belum ke pegang. Itu yang membuat saya bosan. Tugas akhir sedikit menyiksa lahir batin ya.
Hari ini saya berniat mengerjakan laporan magang tuntas sampai bab V. Buka leptop, pasang kabel speedy, tiduran. Buka mozilla, go to facebook! yaaaa.. niatnya 5 menit aja, sambil nunggu loading, mampir ke blog dulu deh. Nggak taunya saya lebih tertarik nulis disini. 2 jam pun gak berasa di page ini. Hal yang membutuhkan pemikiran jauh lebih melelahkan dibandingkan pekerjaan yang membutuhkan otot.
Satu hal yang lupa, saya belom ngeringin cucian, jemur, nyetrika. Sebernya saya ini mahasiswi apa pembokat sih ? :D
gak apa-apa merangkap. Maklum, di rumah memang tidak ada yang bantu bantu, saya harus mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Mama kerja, papa sibuk ngurusin kosannya, dinda di bogor-kuliah, arif sekolah. Semester 8 ini emang udah nggak ngapa-ngapain selain ngerjain magang dan juga skripsi.
Kemarin ke kampus, niatnya mau sharing tugas akhir, yang ada malah ngerumpi. Bener-beenr semuanya cuman niat. Niat! :D
Terus sekarang mau ngapain ? leptop udah nyala, udah on musik. internet lagi gak lemot. Sebernarnya bagus banget ini buat searching-searching di mbah google. Sumpah, tapi males.
Kata orang , pernagi kemalasan! maunya sih gitu, tapi males, gimana dong?
Malas + bosan = ngantuk!
gimana kalo saya tidur aja ?
bangun, makan, bobo lagi --> sangat tidak produktif, yang ada hanya menumpuk lemak! alhasil berat saya akan bertambah! :D
Rabu, 16 Maret 2011
10 tahun nanti ...
pagiiii ...
apa kabar blog ku sayang ?? nggak senagaja nih, tadi ganti chanel tv, eh liyat the rain nyanyi disalah satu stasiun tv, satu lagu yang selalu buat aku semangat loh bloggie! gini nih liriknya ..
"kulangkahkan kakiku, jalani ini,
Dalam terpaan badai, gelapnya hari
tak tahu bagaimana cerita ini,
akan berujung nanti,
aku tak tahu....
selama darahku, masih mengalir di nadi
selama itu pula, aku akan bernyanyi,
tiap persinggahan ada ribuan kenangan,
perjalanan ini, tak akan pernah tergantikan.. "
gitu singkatnya bloggie, tanpa sengaja, jadi keingetan seseorang .. hey heyyy wake up puput!!
seperti lirik lagu di atas, " tak tahu bagaimana cerita, akan berujung nanti, aku tak tahu"
Dahulu, perkenalkan nama saya putri, saya kelas alumni sd nf, sekarang masuk tahun ajaran pertama smp nf,
3 tahun kemudian ..
perkenalkan, nama saya putri, saya siswa kelas 1 SMAN 104,
3 tahu kemudian,
perkenalkan, nama saya putri, saya mahasiswa UIN jakarta ..
Bagaimana setelah hampir 4 tahun ini ?
beberapa tahun yang lalu, dengan nama dan identitas yang sama, saya masih putri harisstyaningtias, anak pertama, dari 3 bersaudara, apa yang membedakan ?
yang memedakan adalah tingkat pendidikan saya, sekarang hampir 4 tahun ini saya menjalani hidup sebagai seorang mahasiswi , saya cukup menikmati perasaan senang, sedih, gelisah, gundah, deg-deg an..semuaaa!!
inilah yang dinamakan perjalanan tak tergantikan, 3 tahun, 5 tahun, bahkan 1o tahun, itupun kalo saya masih diberikan umur panjang oleh Tuhan. Anugerah terindah itu adalah yang sedang kita jalani sekarang. Kadang saya suka nggak sadar, bahwa rejeki yang di cari ialah yang sedang kita nikmati. Itulah saya, suka lupa nikmat kalo terlalu bahagia. Atau suka lupa nikmat, kalo sedang sedih.
Mungkin kalo saya baca tulisan ini, di 10 tahun mendatang, saya akan tertawa terbahak-bahak, ternyata tulisan saya masih se-error ini. Bermimpi ingin jadi seorang penulis, tapi tidak pernah mau belajar menulis, tidak pernah mau mencari referensi, tidak pernah mau bergerak untuk menyalurkan inspirasi. itulah saya, mahasiswi tingkat akhir yang masih seperti ini. Hayooo, saya akan jadi apa di 10 tahun mendatang ???
Saya sangat menggemari orang-orang pekerja keras, tapi tidak pernah mau mengikuti jejak cara menjadi sukses. itulah saya, seseorang yang masih malas belajar, cuman bisa ngomong, dan berandai-andai..
padahal, ternyata Allah tidak menyukai orang yang terlalu berandai-andai, itu sama saja meragukan takdir yang diberikan oleh Allah untuk kita. masya Allah.. ternyata saya masih jauh dari kata baik, masih sangat, sangat, sangat jauh ...
tapi mungkin ini memang perjalanan, perjalanan tak tergantikan.
10 tahun nanti, nama saya tetap putri, tapi akan seperti apa saya ???
apa kabar blog ku sayang ?? nggak senagaja nih, tadi ganti chanel tv, eh liyat the rain nyanyi disalah satu stasiun tv, satu lagu yang selalu buat aku semangat loh bloggie! gini nih liriknya ..
"kulangkahkan kakiku, jalani ini,
Dalam terpaan badai, gelapnya hari
tak tahu bagaimana cerita ini,
akan berujung nanti,
aku tak tahu....
selama darahku, masih mengalir di nadi
selama itu pula, aku akan bernyanyi,
tiap persinggahan ada ribuan kenangan,
perjalanan ini, tak akan pernah tergantikan.. "
gitu singkatnya bloggie, tanpa sengaja, jadi keingetan seseorang .. hey heyyy wake up puput!!
seperti lirik lagu di atas, " tak tahu bagaimana cerita, akan berujung nanti, aku tak tahu"
Dahulu, perkenalkan nama saya putri, saya kelas alumni sd nf, sekarang masuk tahun ajaran pertama smp nf,
3 tahun kemudian ..
perkenalkan, nama saya putri, saya siswa kelas 1 SMAN 104,
3 tahu kemudian,
perkenalkan, nama saya putri, saya mahasiswa UIN jakarta ..
Bagaimana setelah hampir 4 tahun ini ?
beberapa tahun yang lalu, dengan nama dan identitas yang sama, saya masih putri harisstyaningtias, anak pertama, dari 3 bersaudara, apa yang membedakan ?
yang memedakan adalah tingkat pendidikan saya, sekarang hampir 4 tahun ini saya menjalani hidup sebagai seorang mahasiswi , saya cukup menikmati perasaan senang, sedih, gelisah, gundah, deg-deg an..semuaaa!!
inilah yang dinamakan perjalanan tak tergantikan, 3 tahun, 5 tahun, bahkan 1o tahun, itupun kalo saya masih diberikan umur panjang oleh Tuhan. Anugerah terindah itu adalah yang sedang kita jalani sekarang. Kadang saya suka nggak sadar, bahwa rejeki yang di cari ialah yang sedang kita nikmati. Itulah saya, suka lupa nikmat kalo terlalu bahagia. Atau suka lupa nikmat, kalo sedang sedih.
Mungkin kalo saya baca tulisan ini, di 10 tahun mendatang, saya akan tertawa terbahak-bahak, ternyata tulisan saya masih se-error ini. Bermimpi ingin jadi seorang penulis, tapi tidak pernah mau belajar menulis, tidak pernah mau mencari referensi, tidak pernah mau bergerak untuk menyalurkan inspirasi. itulah saya, mahasiswi tingkat akhir yang masih seperti ini. Hayooo, saya akan jadi apa di 10 tahun mendatang ???
Saya sangat menggemari orang-orang pekerja keras, tapi tidak pernah mau mengikuti jejak cara menjadi sukses. itulah saya, seseorang yang masih malas belajar, cuman bisa ngomong, dan berandai-andai..
padahal, ternyata Allah tidak menyukai orang yang terlalu berandai-andai, itu sama saja meragukan takdir yang diberikan oleh Allah untuk kita. masya Allah.. ternyata saya masih jauh dari kata baik, masih sangat, sangat, sangat jauh ...
tapi mungkin ini memang perjalanan, perjalanan tak tergantikan.
10 tahun nanti, nama saya tetap putri, tapi akan seperti apa saya ???
Minggu, 06 Februari 2011
Under Estimate
prakata :
holaaa blogku tersayang! long time no see. Aku merindukanmu, sungguh. Apalagi disambut aqustikannya depapepe, bikin tambah semangat buat nulis di halaman kamu. Okey, cerita dulu nih ya, kenapa jarang nengok kamu. Pertama, aku sibuk banget akhir tahun lalu, dan awal tahun ini akan semakin sibuk, karena bakal ngurusin magang dan skripsi. Hmm.. maaf kalo nanti-nanti jarang nengok kamu lagi. Yang jelas, sekarang aku udah berusaha silaturahmi loh ke page kamu. Okey, gak sabar mau nuangin keluh kesah, gelisah, bahagia, dan segala perasaan campur aduk yang mungkin sudah biasa aku ungkapkan lewat sini.
ready ..
Sedikit serius ya .. hehe
Pernah denger tentang under estimate ? kalo diterjemahin artinya ... (sibuk ngutak ngatik alfalink) yeaps ketemu, artinya 'meremehkan'. Pernah merasa diremehkan ? kalo gak pernah sayang sekali. loh? hoho.. Yang jelas pernah ataupun tidak pernah bukan menjadi masalah. Namun kata 'meremehkan' itu agak sedikit negatif. Iya bukan? bukan hanya pandangan saya saja. Saya yakin anda-anda semua pasti sependapat dengan saya (gaya bicara om Deddy corbuzier). Negatif dari segi apa ? tentu saja dari maknanya. 'Meremehkan' dengan kata lain, mengabaikan, mentiadakan, lebih tepatnya menganggap rendah kedudukan dan kemampuan orang lain.
Alasan apa yang membuat orang lain 'meremehkan' kita? Hal ini tidak dapat dipandang dari satu sudut saja. Banyak faktor yang memicu orang lain untuk 'meremehkan' diri kita. Mungkin saja, faktor ketidakmampuan. Contohnya si A, hebat dalam bidang matematika, sedangkan si B hebat dalam bidang bahasa inggris. Suatu ketika mereka dipertemukan dalam kompetisi cerdas cermat. Kompetisi ini menggunakan bahasa inggris. Tentu saja si B akan merasa dirinya lebih hebat dibandingkan si A. Dengan kata lain, B akan 'meremehkan' si A. Selain ketidakmampuan, faktor keadaan. Contohnya, Si A dilahirkan dan dibesarkan dari kalangan orang berada atau kaya raya. Sedangkan si B hanya dibesarkan dilingkungan kumuh sekitar kolong jembatan. Suatu ketika mereka dipertemukan dalam gedung sekolah. Karena suatu hal yang melibatkan pertengkaran antara keduanya, Si A akan merasa dirinya jauh lebih hebat dibandingkan B karena status sosialnya. Lagi-lagi A akan 'meremehkan' si B. Sesuatu hal itu juga bisa dipicu karena dendam pribadi ataupun itu.
Dari penjelasan di atas, mungkin sudah biasa kita temukan di lingkungan kita. Jauh lebih berbahaya jika kata 'meremehkan' digunakan diri kita untuk diri sendiri. Kurangnya rasa percaya diri menyebabkan seseorang meng-underestimate diri sendiri bahwa dirinya jauh lebih rendah dibandingkan orang lain. How pity you are?! Jika diri sendiri sudah merasa diremehkan, bagaimana dengan orang lain ? Orang lain yang tadinya tidak 'meremehkan' kita, malah akan bertindak sebaliknya. Misalkan, si C mengikuti ajang kecantikan se-jabodetabek. Saat memasuki podium untuk catwalk dia merasa baju yang dikenakan kurang menarik dibandingkan dengan kontestan lainnya. Saat namanya dipanggil untuk berjalan diatas podium, kepalanya tertunduk malu. Penonton yang tadinya berharap dirinya dapat berjalan berlenggak-lenggok dan berpose menarik, mendadak menarik kesimpulan bahwa kontestan ini tidak berkompeten menjadi model. Akhirnya penonton 'meremehkan' kemampuan si C.
Contoh tersebut, sedikit membuka mata bahwa jangan pernah meremehkan diri sendiri jika kita tidak ingin diremehkan orang lain. Hanya kita yang bisa membangun image diri kita untuk dipandang oleh orang lain.
so don't give up!
holaaa blogku tersayang! long time no see. Aku merindukanmu, sungguh. Apalagi disambut aqustikannya depapepe, bikin tambah semangat buat nulis di halaman kamu. Okey, cerita dulu nih ya, kenapa jarang nengok kamu. Pertama, aku sibuk banget akhir tahun lalu, dan awal tahun ini akan semakin sibuk, karena bakal ngurusin magang dan skripsi. Hmm.. maaf kalo nanti-nanti jarang nengok kamu lagi. Yang jelas, sekarang aku udah berusaha silaturahmi loh ke page kamu. Okey, gak sabar mau nuangin keluh kesah, gelisah, bahagia, dan segala perasaan campur aduk yang mungkin sudah biasa aku ungkapkan lewat sini.
ready ..
Sedikit serius ya .. hehe
Pernah denger tentang under estimate ? kalo diterjemahin artinya ... (sibuk ngutak ngatik alfalink) yeaps ketemu, artinya 'meremehkan'. Pernah merasa diremehkan ? kalo gak pernah sayang sekali. loh? hoho.. Yang jelas pernah ataupun tidak pernah bukan menjadi masalah. Namun kata 'meremehkan' itu agak sedikit negatif. Iya bukan? bukan hanya pandangan saya saja. Saya yakin anda-anda semua pasti sependapat dengan saya (gaya bicara om Deddy corbuzier). Negatif dari segi apa ? tentu saja dari maknanya. 'Meremehkan' dengan kata lain, mengabaikan, mentiadakan, lebih tepatnya menganggap rendah kedudukan dan kemampuan orang lain.
Alasan apa yang membuat orang lain 'meremehkan' kita? Hal ini tidak dapat dipandang dari satu sudut saja. Banyak faktor yang memicu orang lain untuk 'meremehkan' diri kita. Mungkin saja, faktor ketidakmampuan. Contohnya si A, hebat dalam bidang matematika, sedangkan si B hebat dalam bidang bahasa inggris. Suatu ketika mereka dipertemukan dalam kompetisi cerdas cermat. Kompetisi ini menggunakan bahasa inggris. Tentu saja si B akan merasa dirinya lebih hebat dibandingkan si A. Dengan kata lain, B akan 'meremehkan' si A. Selain ketidakmampuan, faktor keadaan. Contohnya, Si A dilahirkan dan dibesarkan dari kalangan orang berada atau kaya raya. Sedangkan si B hanya dibesarkan dilingkungan kumuh sekitar kolong jembatan. Suatu ketika mereka dipertemukan dalam gedung sekolah. Karena suatu hal yang melibatkan pertengkaran antara keduanya, Si A akan merasa dirinya jauh lebih hebat dibandingkan B karena status sosialnya. Lagi-lagi A akan 'meremehkan' si B. Sesuatu hal itu juga bisa dipicu karena dendam pribadi ataupun itu.
Dari penjelasan di atas, mungkin sudah biasa kita temukan di lingkungan kita. Jauh lebih berbahaya jika kata 'meremehkan' digunakan diri kita untuk diri sendiri. Kurangnya rasa percaya diri menyebabkan seseorang meng-underestimate diri sendiri bahwa dirinya jauh lebih rendah dibandingkan orang lain. How pity you are?! Jika diri sendiri sudah merasa diremehkan, bagaimana dengan orang lain ? Orang lain yang tadinya tidak 'meremehkan' kita, malah akan bertindak sebaliknya. Misalkan, si C mengikuti ajang kecantikan se-jabodetabek. Saat memasuki podium untuk catwalk dia merasa baju yang dikenakan kurang menarik dibandingkan dengan kontestan lainnya. Saat namanya dipanggil untuk berjalan diatas podium, kepalanya tertunduk malu. Penonton yang tadinya berharap dirinya dapat berjalan berlenggak-lenggok dan berpose menarik, mendadak menarik kesimpulan bahwa kontestan ini tidak berkompeten menjadi model. Akhirnya penonton 'meremehkan' kemampuan si C.
Contoh tersebut, sedikit membuka mata bahwa jangan pernah meremehkan diri sendiri jika kita tidak ingin diremehkan orang lain. Hanya kita yang bisa membangun image diri kita untuk dipandang oleh orang lain.
so don't give up!
Langganan:
Postingan (Atom)