Selasa, 05 April 2011

Nervous

Siang blogie! Abis nonton One Tree Hill episode deep water. CMM tetep mempesona. Bukan itu sih yang ingin aku bahas. Sekedar ingin membagi kata-kata dalam dialog film one tree hill aja.

Kisah sebelumnya, Rachel dan Cooper mengalami kecelakaan dan limosin yang mereka tumpangi jatuh ke sungai. Cooper masih dalam keadaan koma, sedangkan Rachel baik-baik saja. Penyebab kecelakaan tersebut dipicu pertengkaran karena Cooper tidak dapat menerima cinta Rachel yang masih berumur 17 tahun, sedangkan Cooper sudah memasuki kepala 3. Rachel merasa usia mereka bukanlah sebuah alasan untuk tidak mengakui bahwa mereka saling mencintai. Selama di rumah sakit, rachel merasa bersalah karena kecelakaan itu disebabkan oleh dirinya. Apalagi Haley juga memojokkannya karena Nathan (suaminya) juga menjadi korban trauma akibat kecelakaan tersebut. Rachel ingin melarikan diri, namun Mouth menghadangnya. Rachel merasa dirinya tidak akan pernah berubah menjadi lebih baik atas tingkah laku bengal dan menyebalkannya.

Mouth : Mau kemana kau? Pergi?

Rachel : yaa, aku tidak tahu Cooper akan bangun atau malah sebaliknya.

Mouth: kenapa kau harus menghindarinya? (masalah)

Rachel: karena ternyata seseorang tidak dapat berubah. ujung-ujungnya mereka akan tetap jadi
diri mereka.

Mouth: bukan tidak bisa berubah, tapi karena tidak mau berubah. perubahan itu tidak harus menjadi orang lain setelah hari ini. perubahan bisa dengan cara memperbaiki diri.

Setuju banget dengan katanya Mouth. Perubahan itu bukan berarti harus menjadi orang lain.

oke, disimpulkan saja sebenarnya ini yang saya ingin tulis bahwa:
"masalah itu bukan untuk dihindari. Hadapilah! karena seberapa jauh kamu menghindar, suatu saat akan datang masalah lain. jika kamu menghindar terus, kamu akan terus berkejaran dengan masalah hingga akhirnya kamu lelah. Kamu memang tidak bisa melawan apa yang seharusnya tidak bisa kamu lawan (takdir). Hadapi yang seharusnya kamu hadapi sekarang. Lakukan apa yang seharusnya kamu harus lakukan sekarang"

Hal tersebut sesuai dengan suasana hati yang sedang saya hadapi. Besok saya akan sidang magang. Hal yang saya takuti adalah berada di depan umum. Saya mudah sekali grogi. God, bagaimana ini? saya takut semuanya blank!.. saya berusaha berlatih, semoga Engkau menolong saya. Tolong bantu saya. Tenangkan hati dan pikiran saya. Semoga saya bisa! Hal itulah saya tidak bisa menghindari hari esok. Mengulur waktupun rasanya tidak bisa. Jadi hadapi sajalah. lakukan yang bisa kamu lakukan! bismillah :) I am so nervous :(

Rabu, 30 Maret 2011

quotes word form me hihi

udah malam ya? nggak bisa tidur nih. Lapar sih, mau merem perut keroncongan. tapi bingung mau makan apa.

Jadilah saya iseng seperti ini:

*&%&*%&^&%*&%&* jumpalitaaaan!!! gubrakk! hoaaaxxx

gak segitunya deng, nyusun kata aja yuuukkk


Quotes #1 :
cuman bisa fokus pada satu, jadi pelan2 saja. seburu2nya saya, pasti akan ada hal yng tertinggal, jadi nikmati saja semua --> efek skripsi

Quotes #2 :
ketidakpuasan itu menyakitkan, kalo kamu gak mau sakit, jadi cukup puaslah dengan yang kamu miliki --> efek apa ya?

Quotes #3 :
Suka ataupun gak itu tergantung selera, secantik apapun kita di depan dia, kalo dia gak selera, ya gak suka! --> efek gak jelas ..

Quotes #4 :
untung hanya mulut saja yang bicara, kalo mata, tangan, kaki juga bicara, pasti telinga hatimu berisik karena mereka!

Quotes #5 :
Film dan musik itu bernyawa, kamu memainkan peran apa, tergantung soundtracknya :)

Quotes #6 :
perubahan itu seperti angin yang mengerakkan tirai saat fajar, dan seperti harum bunga yang berada diantara semak --> bagus gak? kalo bagus sukurlah, anda tertipu, kalo yang ini saya nyontek di film one tree hill hihi :p

Quotes #7 :
suatu saat yang terbuang akan jadi yang diperebutkan!

Quotes #8 :
Kalo cuma hati yang bicara, dia tidak akan bisa mendengarnya, karena kamu butuh mulut untuk menyempurnakan semua :)

Quotes #9 :
kalo cinta itu permen karet, semua orang akan merasa terbuang karena pahit akhirnya :'(

Quotes #10 :
Kalo tidur lebih mengenakkan dari pada bangun, yaa mending tidurlah sekarang --> efek ngantuk hehe

udah ya maenan katanya, ternyata 10 menit berpikir, cukup membuat saya terkantuk. byeeeeeee

Jumat, 18 Maret 2011

He doesn't know

ini kelima kalinya pengharapan saya berujung kesedihan. Pengharapan pada seseorang yang belum saya kenal. Jauh dari tingkat sadar, saya seperti mimpi mengenal orang ini. Berawal dari sebuah grup di blacberry messenger lebih nge-trend nya di sebut bbm. Menurut teman saya, 3 katagori orang gaul itu dari 3 B yaitu bermobil, berbehel, dan ber-BB. hehe, maaf ngelantur ..

Back to topic.

Kemudian, tanpa sengaja saya meng-add orang ini lewat grup alumni. Eh, tapi ceritanya sampai disini saja .. nanti ketahuan hehe

Ya, ini sudah kelima kalinya harapan saya pupus di tengah jalan. Lebih tepatnya saya menghentikan langkah untuk berharap lagi. padahal banyak kesamaan yang saya temukan pada dirinya. Perbedaan pun jelas tampak karena saya perempuan dan dia laki-laki. (ini sih pasti!)

Pengharapan kali ini jauh dari kata masuk akal. Bisa menyukai seseorang tanpa tatap muka, tanpa bicara. Saya mengenalnya hanya lewat tulisan. Tulisan-tulisan dalam percakapan lewat bbm menghantarkan saya ke dalam alam mimpi. Alam bawah sadar saya untuk memiliki orang ini. Tuhan, saya terlalu cepat menyimpulkan perasaan. Saya terlalu gegabah untuk mengambil keputusan. Keputusan untuk menyukai orang ini. Pada awalnya, saya mencoba untuk menarik ulur keadaan, dua hari bbm an, sehari tidak, bahkan seminggu saya tidak menanyakan kabar. Oiya, perlu diperjelas, ini adalah cara teragresif yang pernah saya lakukan pada seorang cowok. Sebelumnya, saya hanya menunggu kesempatan itu datang. Tapi kali ini saya berani menjemput kesempatan. Saya pikir, kesempatan ini tidak akan datang untuk kedua kalinya nanti, jadi saya maju terus untuk melakukan pendekatan lewat hal ini. Dia pun menyambut hangat dengan kata "pertemanan". Menurutnya, mendapat teman baru adalah hal yang menyenangkan.

Respon dirinya terhadap saya sangat baik. Baik sekali, hingga saya menginterpretasikan responnya pada suatu hal yang positif ke arah "tertarik". Lagi-lagi saya terlalu cepat mengambil kesimpulan. Cara saya telah memasuki level di atas agresif. Setiap malam saya mencoba menanyakan kabar, karena menurut teman saya, supaya keberadaan kita di akui adalah mencoba menarik perhatiannya.

Ternyata, ada cara ini cukup berhasil. Suatu saat, dia mulai merespon saya terlebih dahulu. Saat itu, saya senang hingga saya mengumbar kesenangan ini pada teman-teman yang lain. Karena saya menganggap respon ini jauh dari harapan saya sebelumnya. Melihat kesempatan yang baik, saya lebih gencar untuk mendekatinya. Ini sekalian kalinya saya menyebutkan, saya terlalu gegabah menyimpulkan sesuatu.

Selang beberapa hari, hingga kemarin saya tidak menanyakan kabarnya lewat bbm. Saya menunggu dia yang menanyakan kabar duluan. Penasaran, saya mengecek facebook untuk mencari tahu perkembangan. Teryata, tanpa saya ketahui sebelumnya, dia sedang melakukan pendekatan dengan seorang cewek, dan itu bukan saya. Kali ini, saya menarik kesimpulan bahwa Dia tertarik dengan cewek yang mengkomentari status facebooknya, dan mereka berlanjut wall to wall-an. Saya membaca wall to wall mereka dari awal hingga akhir. Akhirnya pun masih gantung, karena komentar terakhir belum di balasnya.

Sampai seperti itu rasa penasaran saya. Hari itu pun saya mendapatkan sesuatu yang tidak mengenakkan di kampus. Laporan magang saya harus di revisi total. Rasa sedih dua kali bertubi-tubi menghantam saya. Tuhan, saya sedih. Sangat sedih. Saya pikir kesempatan baik akan datang pada saya kali ini, namun ternyata Kau punya rencana lain.

Saya pulang ke rumah dengan perasaan sesak. Dada saya tiba-tiba sakit. Sakitnya sungguh sangat sakit. Karena pengharapan saya berujung lagi pada kesedihan. Saya masih belum bisa menstabilkan keadaan. Perasaan saya sedikit terobati karena perkataan D yang mengatakan bahwa "Keadaan lo masih belum cukup menyedihkan, bayangkan buat orang seperti gue, yang selalu punya cinta, namun cinta itu tidak berujung baik. Ujung-ujungnya putus dalam kondisi yang tidak baik karena selalu ditentang oleh kedua orang tua cowok-cowok gue. Elo masih jauh lebih beruntung dari gue, karena lo secara tidak langsung ditunjukkan sama Allah secara cepat, harus menjauhi atau melanjutkan pencarian ini. Elo masih lebih beruntung karena elo belum merasakan perasaan yang jauh lebih dalem dari yang gue rasain."

Kata-kata itu cukup melegakan buat saya. Bukan berarti saya merasa saya jauh lebih beruntung ketimbang D. Tapi saya mengambil pelajaran banyak dari perjalanan pencarian sosok terbaik ini. "elo akan dipertemukan dengan orang-orang yang tidak baik, hingga akhirnya elo aakan bertemu dengan orang yang baik."

Sekian, D dirimu cukup membuat saya membangun semangat baru lagi. Terimakasih D. Terimakasih sudah mendengar curhatan hati yang sedang galau ini.

nb : oiya bukan berarti cowok ditulisan saya ini tidak baik ya. Dia baik untuk orang lain, namun bukan untuk saya