Sudah basi rasanya mendengar orang-orang kesehatan meneriakan gerakan anti rokok. Teriakan itu terdengar hingga gedung beratapkan keong hijau (DPR). Berharap aspirasi mereka dicantumkan dan dilegalkan sebagai undang-undang anti rokok. Salah satu organisasi anti rokok ialah TC (Tobacco Control). Organisasi yang dibangun sudah cukup lama dan beranggotakan para mahasiswa/mahasiswi dari berbagai universitas di Jakarta ini sering melakukan aksi gerakan anti rokok yang di adakan pada ahri anti rokok sedunia yaitu tanggal 31 mei. Saya sangat mendukung gerakan tersebut, karena saya termasuk orang yang sangat membenci benda berukuran berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm (wikipedia) tersebut. Rokok sudah merajalela di semua kalangan, orang tua, remaja, bahkan anak-anak menikmati benda perusak tersebut. Lebih menyedihkannya, rokok juga dinikmati oleh beberapa kalangan kesehatan yang dalam teorinya mereka cukup tahu komposisi rokok yang membahayakan kesehatan tubuh. Guru dan dosen, mereka lah teladan kita khususnya remaja seperti saya yang sedang mencari jati diri. Namun, perilaku menyimpag tersebut menggoyahkan pikiran dan niat saya untuk meneladani mereka. Memang tak semua aktivis pendidikan tersebut merokok, tapi paling tidak ada dari mereka yang mencoreng nama baik Kesehatan. Jika kalangan orang tua dan remaja sudah dirasa biasa menikmati benda perusak tersebut, bagaimana dengan anak ini ??
Seharusnya generasi seperti mereka adalah generasi yang harus dibebaskan dari asap rokok. Namun kenyataanya, mereka juga salah satu konsumen rokok. Bahkan untuk kalangan primata dtemukan hal ganjil seperti ini!!
Ada apa dengan mereka ? dari kecil hingga dewasa bahkan primata mengkonsumsi benda perusak syaraf tersebut. seperti yang kita ketahui rokok itu sendiri mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.
* Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. * Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan. * Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.
Kandungan rokok dapat kita lihat dibawah ini :
zat-zat tersbut tentu saja dapat membahayakan organ-organ tubuh kita.
sudah bosan meneriakan larangan-larangan untuk tidak merokok. saya menyarankan dengan lugas, singkat, padat, dan jelas bahwa "jika kalian ingin mati, silahkan merokoklah!"
Perempuan, sering dianggap sebagai mahluk kedua setelah laki-laki. Mereka yang lemah bahkan dapat tertindas oleh keperkasaan dan kuasa laki-laki yang kuat. Zaman dahulu, kita mengenal ibu Kartini yang berjuang demi kebebasan hak berbicara dan bertindak bagi perempuan. Pengorbanan untuk mendapatkan sebuah hak. Sekarang hak-hak tersebut telah digenggam oleh perempuan di dunia. Namun sayangnya, hak-hak yang seharusnya digunakan untuk kepentingan menuju jalan kebenaran, berubah menjadi sesuatu kekuatan untuk menjadi pribadi yang sangar. Banyak kasus pornografi yang ditayangkan di televisi. Perempuan-perempuan tersebut memperlihatkan aurat yang seharusnya mereka tutupi dan jaga. Saat teguran menyambar mereka, mereka hanya berkutit pada kata ”emansipasi wanita/perempuan”. Layakkah emansipasi wanita tersebut menjadi alasan untuk pembelaan diri bagi mereka yang salah?
Selain itu, saya pernah menonton salah satu infotainment di salah satu statiun televisi swasta. Infotainment tersebut menayangkan kisah seorang selebritis yang heboh dengan berita perceraiannya. Disebutkan bahwa mereka telah menjalin hubungan rumah tangga selama belasan tahun, tiba-tiba dikejutkan dengan keputusan cerai. Tanda-tanda perceraian dipicu karena sang perempuan ketahuan selingkuh dengan seorang pengusaha kaya raya. Namun sang perempuan mengelak dengan alasan sang suami terlalu keras dan mengekang. Untuk itu, dia (seleb perempuan) memutuskan untuk mencari pasangan yang lebih baik.Lagi pula, untuk penghasilan pekerjaan yang mereka dapat, seleb perempuan lebih layak menjadi kepala rumah tangga karena penghasilannya lebih besar dari sang suami. Hal itu yang membuat sang istri jauh lebih berkuasa dari suaminya. Hal tersebut juga yang membuat sang istri berani untuk selingkuh dibelakang suaminya karena menganggap kedudukan nya lebih tinggi dinilai dari materi dari sang suami Apakah emansipasi menghalalkan segala cara dan bahkan bisa lepas dari pilar-plar ajaran islam? Islam mengajarkan untuk menghormati sang suami, menjaga amanah yang dipercayakan suami kepadanya.Mengapa ajaran-ajaran itu seraya ditinggalkan begitu saja. Dan dianggap hanya pikiran kolot dan terbelakang. Padahal, ajaran-ajaran terdahulu lebih sopan dibandingkan ajaran-ajaran sekarang yang telah dipengaruhi oleh modernisasi.
Seharusnya emansipasi itu dijaga maknanya oleh kita yang telah merasakan hal tersebut. Jangan sampai perjuangan para pejuang zaman dahulu disia-siakan begitu saja. Jangan sampai hak-hak seperti ini ditarik kembali karena semakin meresahkan. Karena belum tentu kita mampu untuk mendapatkannya kembali. Semoga sebagai seorang perempuan kita mampu menggunakan hak-hak tersebut untuk hal yang lebih berguna. Memajukan bangsa yang moralnya semakin mengalami kebobrokan. (putri harisstyaningtias).
setelah 3 tahun lamanya aku tak merasakan hal ini. perasaan gelisah saat tak bertemu, tak tenang saat tak dihubungi, rindu saat tak bertemu. kamu hadir begitu saja. tanpa sengaja kita dekat. aku mulai membuka hati kembali, sayangnya kamu tak tahu. aku melihat dan mendengar. tapi mulutku tertutup. begitupun juga kamu. tak pernah kamu ungkapkan perasaan itu. tak pernah kau nyatakan secara langsung!
terlambat ...
beberapa hari lalu, aku buka situs facebookmu! kutemukan sesuatu yang mengejutkanku. kamu dengan yang lain. bukan denganku. lalu kamu anggap aku sebagai apa??mainankah? begitu mudahnya kamu berpaling. apakah kamu merasa aku tak meresponmu? harusnya kamu yang membuka mata dan telingamu!
lagi dan lagi, terjadi seperti ini. jujur, aku tak sangka kau setega itu. kukira kamu yang terakhir bagiku. ternyata kamu sama saja dengan yang kukenal sebelumnya. mencari cadangan baru saat kau tak bisa mendapatkanku!
pelajaran untukku, saat kau telah membuka hati, mata dan telingamu. ternyata kamu juga harus membuka mulutmu untuk berani mengatakan yang sebenarnya!